.

ARTIKEL TERFAVORIT

ARTIKEL TERBARU

Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

LOWONGAN GURU SMP AN-NUR BULULAWANG

Written By SMP An-Nur Bululawang on Kamis, 02 Juli 2015 | 00.20

Dibutuhkan segera Sarjana Pendidikan ( S-1 ) untuk posisi :
a. 1 Guru IPA Terpadu
b. 1 Guru IPS Terpadu
c. 1 Guru Seni Budaya
d. 1 Guru Bahasa Daerah ( Jawa )

Syarat – Syarat yang harus dipenuhi :
1. Pria ( 23 – 30 Tahun )
2. Sarjana Sesuai Ijazah (disiplin ilmunya)
3. Diprioritaskan mempunyai IPK 3,00
4. Berdedikasi tinggi terhadap pendidikan
5. Surat Lamaran disertai :
a. Daftar Riwayat Hidup
b. Foto Copy Ijazah, Transkrip dan Akta IV yang
dilegalisir ( 2 lembar )
c. Foto Copy KTP ( 2 lembar )
d. Photo hitam putih 4 x 6 Cm ( 3 lembar )
6. Diutamakan yang tidak mengajar di sekolah lain
7. Berkas Lamaran dikirim langsung ke :
Kantor SMP AN – NUR Bululawang
Jl. Raya Bululawang Malang 65171
Telp. ( 0341 ) 805 609
Pada tanggal 27 Juli 2015
8. AHLUSSUNNAH WALJAMA'AH


Contact Person : Saryanto, S. Pd.
081 555 639 514

SEJARAH SENI HADRAH BANJARI (Kilas Balik BANJARI SMP AN-Nur)

Written By SMP An-Nur Bululawang on Sabtu, 30 Mei 2015 | 01.46




SEJARAH SENI HADRAH BANJARI
(Kilas Balik BANJARI SMP AN-Nur)

Seni hadrah banjari adalah sebuah organisasi Seni shalawat Banjari di Indonesia yang bergerak dalam bidang seni musik Shalawat. Seni shalawat Banjari  selalu berpegang teguh pada prinsip “Mencintai Allah serta Mencintai Rosulullah melalui shalawat Banjari”.
Seni hadrah Banjari  tidak berpihak pada golongan politik, ras, suku  tertentu. Seni hadrah Banjari dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakan Minat bakat peserta didik dalam mewadahi daya kreatifitas mereka.
 Seni hadrah Banjari Sebagai bagian dari ekstrakurikuler di SMP An-Nur Bululawang berusaha untuk terus mengasah kemampuan,Kreatifitas  yang tangguh dan professional.
Seni hadrah Banjari SMP AN Nur , didirikan pada tanggal 2 Maret 2012  .Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh para pendiri Bapak Lutfi ainur rofiq,Bapak M.Radea dan dibantu oelh kesiswaan. Hingga saat ini Banjari masih menunjukkan eksisitensinya sebagai salah satu kegiatan kesiswaan yang cukup mejadi perhatian seluruh siswa. Banjari saat ini memiliki anggota sekitar 110 putra-putri dan telah banyak melahirkan para pemimpin baik di internal sekolah (SMP) maupun tingkat lanjut (SMA).
Berikut nama-nama ketua Seni Hadrah Banjari dari Periode ke periode, antara lain :
1.    Periode Pertama (2011/2012) atas nama Muhammad saifuddin
Periode Pertama (20112012) atas nama   Fitriani intan
2.    Periode Kedua (2012/2013) atas nama    Ahmad fahreza
Periode Kedua (2012/2013) atas nama     Rania Ahmad
3.    Periode Ketiga (2013/2014) atas nama     Marzuq abdillah
Periode Ketiga (2014/2015) atas nama    Reni intan islamiah
4.Periode Keempat (2014/2015) atas nama M.Bagas ramadhani
   Periode Keempat (2014/2015) atas nama Ilmi faridatul M

selain memiliki para ketua untuk menjalankan roda kepemimpinan, Banjari pun juga memiliki Dewan Pembina yang berlatar aktivis. hal ini dimaksudkan untuk memberikan pembinaan baik secara manajerial maupun ilmu seni Banjari. Dewan Pembina beranggotakan antara lain; Bapak Lutfi ainur rofiq,S.s,dan  Bapak M.Radea.

VISI MISI DAN TUJUAN
EXTRAKURIKULER BANJARI
1.    Mencetak kader yang sholihin dan Sholihat
2.    Menumbuhkan rasa cinta kepada rosul Muhammad melewati pujian dan Sholawat.
3.    Menumbuhkan dan mewadahi bakat peserta didik terutama dibidang seni Banjari.
4.    Menumbuhkan semangat dalam berkreatifitas dibidang seni Banjari.
5.    Ikut mencerdaskan pola pikir peserta didik melalui seni Banjari


(mohon maaf salah set camera foto. sebenarnya bukan 2012 tapi 2014)



PROFIL PASUKAN PENGIBAR BENDERA MERAH PUTIH (Kilas Balik PASKIBRA SMP AN-Nur)

Written By SMP An-Nur Bululawang on Jumat, 29 Mei 2015 | 20.28



PROFIL
PASUKAN PENGIBAR BENDERA MERAH PUTIH
(Kilas Balik PASKIBRA SMP AN-Nur)

Pasukan pengibar bendera merah putih (PASKIBRA) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang Kedisiplian,Baris berbaris,dan Melatih mental serta fisik.
PASKIBRA Indonesia tidak berpihak pada golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu. PASIBRA  Indonesia dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakan objek Minat peserta didik dibidang kedisiplinan,wawasan nusantara,dan jiwa KORSA (Kekompakan).

PASKIBRA Unit SMP An-Nur  didirikan pada tanggal 2 Agustus 2012. Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh para pendiri Bapak Yulian khoirul A,S.Pd, Bapak Agung Setiawan,S.Pd dan dibantu oelh kesiswaan. Hingga saat ini PASKIBRA masih menunjukkan eksisitensinya sebagai salah satu kegiatan kesiswaan yang cukup mejadi perhatian seluruh siswa. PASKIBRA saat ini memiliki anggota sekitar 124 putra-putri dan telah banyak melahirkan para pemimpin baik di internal sekolah (SMP) maupun tingkat lanjut (SMA).
Berikut nama-nama ketua PASKIBRA dari Periode ke periode, antara lain :
1.    Periode Pertama (2011/2012) atas nama  Muhammad Fadli
Periode Pertama (20112012) atas nama Irene firdausi
2.    Periode Kedua (2012/2013) atas nama Ahmad yahya marzuq
Periode Kedua (2012/2013) atas nama Lailatul farichah
3.    Periode Ketiga (2013/2014) atas nama Lukman hakim
Periode Kedua (2013/2014) atas nama Ananda kiki
4.    Periode Kedua (2014/2015) atas nama M.Lukman
Periode Kedua (2014/2015) atas nama Zahrotul fitriah
Selain memiliki para ketua untuk menjalankan roda kepemimpinan, PASKIBRA pun juga memiliki Dewan Pembina yang berlatar aktivis , hal ini dimaksudkan untuk memberikan pembinaan baik secara manajerial maupun ilmu . Dewan Pembina beranggotakan antara lain; Bapak Yulian Khoirul A.,S.Pd dan Bapak Agung setiawan,S.Pd  .


VISI MISI DAN TUJUAN
EXTRAKURIKULER PASKIBRA
   

    Membentuk manusia pancasilais sejati yang     berhaluan Ahlus sunnah wal jamaah.
    Dan membentuk para penerus bangsa yang     Mandiri,Optimis,dan sholeh sholihah.
    Membentuk manusia yang memiliki dedikasi yang     tinggi terhadap kedisiplinan.
    Meningkatkan kualitas dan kuantitas hidup peserta     didik dengan program program PASKIBRA yang     sarat dengan kedisiplinan tinggi.
    Sebagai sarana kepada peserta didik untuk lebih     dapat mencintai negara Indonesia dengan adanya     program latihan Pasukan pengibar bendera dan     wawasan nusantara .

SEKILAS PADUAN SUARA SMP AN-Nur




SEKILAS PADUAN SUARA
SMP AN-Nur

Paduan suara (P.S.S) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang olah vokal dan tarik suara.
Paduan suara Indonesia tidak berpihak pada golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu,dan murni sebagai oganisasi wadah dari kreatifitas anak bangsa dalam bidang tarik suara. Organisasi paduan suara dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakan Bakat dan minat peserta didik  dalam olah vokal.
Paduan suara (P.S.S) Unit SMP An Nur, Sebagai bagian dari ekstrakurikuler di SMP An-Nur Bululawang berusaha untuk terus mengasah kemampuan untuk menjadi  yang tangguh dan professional.
Paduan suara Unit SMP An-Nur yang kemudian disingkata P.S.S didirikan pada tanggal 9 Mei 2012 . Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh para pendiri, Bapak Shoim as’ari(Yang kemudian menjadi kepala urusan Kesiswaan SMP AN Nur),Bapak Abdul Mufied,Bapak Takhliful ghoza dan dibantu oleh kesiswaan. Hingga saat ini Paduan suara masih menunjukkan eksisitensinya sebagai salah satu kegiatan kesiswaan yang cukup menjadi perhatian seluruh siswa. Paduan suara saat ini memiliki anggota sekitar 138 putra-putri dan telah banyak melahirkan para pemimpin baik di internal sekolah (SMP) maupun tingkat lanjut (SMA).
Berikut nama-nama ketua Paduan Suara dari Periode ke periode, antara lain :
1.    Periode Pertama (2011/2012) atas nama M.Adji Bagaskara
Periode Pertama (20112012) atas nama   Nadia fatma huwaidah
2.    Periode Kedua (2012/2013) atas nama     Ahmad nurdian
Periode Kedua (2012/2013) atas nama     Rizkiana dewi lestari
3.    Periode Ketiga (2013/2014) atas nama     M.Idham ziddan alif
4.    Periode Kedua (2014/2015) atas nama Dwi ari anggara.
Periode Kedua (2014/2015) atas nama Intan islamiah.
Selain memiliki para ketua untuk menjalankan roda kepemimpinan, Paduan suara pun juga memiliki Dewan Pembina yang berlatar aktivis dalam bidang seni musik, hal ini dimaksudkan untuk memberikan pembinaan baik secara manajerial maupun ilmu Vokal dan tarik suara. Dewan Pembina beranggotakan antara lain; Bapak takhliful ghoza ,  dan Bapak M.Radea.

VISI MISI DAN TUJUAN EKSTRAKURIKULER PADUAN SUARA :
    Memperluas pengetahuan kedalam pikiran orang lain.
    Memperkaya imajinasi.
    Meninngkatkan intelegensia dan kebahagiaan.
    Memperkuat daya tahan tubuh melalui pernafasan yang benar.
    Memperbaiki tenaga,daya tahan tubuh,dan cara yang benar dalam bernyanyi.
    Memperkuat daya ingat dan konsentrasi.
    Melepaskan perasaan emosi yang tependam.
    Mengembangkan kepercayaan diri,kepribadian,dan ketenangan serta meningkatkan kualitas kepemimpinan.
    Musik merupakan kekayaan budaya.
    Memberi kesenangan diri sendiri dan orang sekitar.

SELAYANG PANDANG JURNALISTIK SMP AN NUR







SELAYANG PANDANG
JURNALISTIK SMP AN NUR


Jurnalistik adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang Jurnalis . Jurnalistik  selalu berpegang teguh pada  Prinsip Dasar “Fakta,Aktual,Kreatif,dan Terpercaya”.
Jurnalistik Indonesia tidak berpihak pada golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu. Jurnalistik Indonesia dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakan Fakta yang ada dilapangan dan memberikan wadah kreatif  bagi pesertanya .
Jurnalistik Sebagai bagian dari ekstrakurikuler di SMP An-Nur Bululawang berusaha untuk terus mengasah kemampuan untuk menjadi relawan yang tangguh dan professional.
Jurnalistik Unit SMP An-Nur  didirikan pada tanggal 9 Februari 2008 yang bertepatan dengan Hari Senin. Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh para pendiri Bapak M.Shohib,S.Pd,M.Abdul rouf,M.Pd dan dibantu oelh kesiswaan. Hingga saat ini Jurnalistik unit SMP An Nur masih menunjukkan eksisitensinya sebagai salah satu kegiatan kesiswaan yang cukup mejadi perhatian seluruh siswa. Jurnalistik saat ini memiliki anggota sekitar 189 putra-putri dan telah banyak melahirkan para pemimpin baik di internal sekolah (SMP) maupun tingkat lanjut (SMA).
Berikut nama-nama ketua Jurnalistik  dari Periode ke periode, antara lain :
1.    Periode Pertama (2011/2012) atas nama A.Burhanul Muttaqin
Periode Pertama (20112012) atas nama  Sayyidah fatimah
2.    Periode Kedua (2012/2013) atas nama M.Burhan Mu’tasim Billah
Periode Kedua (2012/2013) atas nama Hidayati
3.    Periode Ketiga (2013/2014) atas nama M.Saifuddin zain
Periode Kedua (2013/2014) atas nama Anggun pertiwi
4.    Periode Kedua (2014/2015) atas nama M.Al Qodri
Periode Kedua (2014/2015) atas nama Dwi aristia
Selain memiliki para ketua untuk menjalankan roda kepemimpinan, Jurnalistik pun juga memiliki Dewan Pembina yang berlatar aktivis Jurnalis, hal ini dimaksudkan untuk memberikan pembinaan baik secara manajerial maupun ilmu kejurnalistikan. Dewan Pembina beranggotakan antara lain; Bapak M.Shohib,S.Pd dan Bapak M.Abdul Rouf,M.Pd .

VISI MISI DAN TUJUAN
EXTRAKURIKULER JURNALISTIK
1)    Mencetak kader yang sholihin dan sholihat.
2)    Menumbuhkan minat dan bakat peserta didik di bidang ke-Jurnalisan.
3)    Sebagai wadah dari minat peserta didik terutama bakat di bidang menulis.
4)    Menumbuh kembangkan bakat dari peserta didik terutama dibidang kekreatifan.
5)    Memupuk semangat peserta didik untuk memiliki jiwa kritis,jeli,dan fokus terhadap segala sesuatu .

SMP AN-NUR LOLOS OSN 2015 KE TINGKAT PROPINSI

Written By SMP An-Nur Bululawang on Rabu, 18 Maret 2015 | 01.21

Selamat untuk siswa SMPN 4 Kepanjen, SMPN 1 Pakis, SMPN 1 Pagak, SMPN 2 Jabung, SMPN 2 Sumberpucung, SMP Ar-Rohmah Dau, SMP An-Nur Bululawang yang lolos dalam OSN tingkat Provinsi pada tanggal 17 Maret 2015. Semoga bisa mengangkat nama baik MADEP MANTEB

ALHAMDULILLAH
SEMOGA MANFAAT BAROKAH

HASIL LENGKAP OSN 2015

Selamat dan Sukses atas Lolosnya wakil SMP AN-NUR ke OSN 2015 Tk. Propinsi 

bidang Studi Matematika atas nama AL QODRI.......(foto paling kiri)

  

Berikut Hasil Lengkap OSN 2015

2.    Passing Grade 
Mapel Matematika :  [Download disini...]
Mapel IPA :  [Download disini...]
Mapel IPS :  [Download disini...]

3.    Perwakilan Kabupaten/Kota
Mapel Matematika :  [Download disini...]
Mapel IPA :  [Download disini...]
Mapel IPS :  [Download disini...]
Informasi Pelaksanaan OSN Tingkat Provinsi Tahun 2015 :
Bagi peserta yang lolos di Passing Grade dan Perwakilan harap segera mempersiapkan diri untuk mengikuti OSN SMP Tingkat Provinsi 2015 yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 April 2015, tempat dan jadwal menyusul.

PEMBANGUNAN AULA DAN 16 RUANG KELAS

Written By SMP An-Nur Bululawang on Rabu, 11 Maret 2015 | 01.18

 TERIMA KASIH KEPADA PARA DONATUR


proses penggalian pondasi pembangunan 16 ruang kelas baru dan aula...
mohon doa restu semoga pembangunan brjalan dengan lancar dan cepat selesai...

Rencana pembangunan yang semula hanya 12 ruang kelas saja, alhamdulillah.. dengan niatan baik kami, Allah menambahkan rizki sehingga kami menambahkan empat ruang kelas lagi.
dan rencananya untuk di lantai 2 rencananya akan dibangun juga ruang pertemuan (Aula) dengan kapastas 1000 orang.
hal ini untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berasal dari peserta didik SMP An-Nur Bululawang. terima kasih banyak kami ucapkan kepada Para pimpinan-pimpinan kami dan juga para donatur yang ikut andil untuk kemajuan sekolah kami

KURIKULUM, OH KURIKULUM

Written By SMP An-Nur Bululawang on Rabu, 31 Desember 2014 | 02.09

SMP ANNUR BULULAWANG: LANJUT ATAU KEMBALI
ANNUR, BULULAWANG – SMP Annur Bululawang sudah dipastikan akan kembali menggunakan kurikulum KTSP. Hal tersebut dihasilkan dari beberapa pertemuan yang dilakukan oleh pihak kurikulum  dengan beberapa pihak dalam musyawarah untuk menentekun masih akan menggunakan kurikulum 2013 atau kembali pada kurikulum KTSP. Dualisme kurikulum memang sudah menghiasi dunia pendidikan Indonesia yang menyita waktu dan pemikiran civitas pendidikan. Bersamaan dengan keputusan Menteri Pendidikan bahwa kurikulum K13 dihentikan diharapkan kembali pada kurikulum KTSP.
Saryanto, S.Pd. selaku Kaur. Kurikulum mengatakan bahwa SMP Annur Bululawang akan kembali menggunakan kurikulum 2006 yaitu KTSP. Namun, keputusan tersebut masih belum final karena masih menunggu pertemuan kepala sekolah yang akan direncanakan untuk menentukan  dan memutuskan hal tersebut. Sebelumnya Kaur. Kurikulum mengikuti rapat di SMK Negeri I Singosari untuk mengisi angket untuk menentukan  tetap menggunakan kurikulum 2013 atau kembali pada kurikulum 2006.
“Sebelumnya kami mengikuti rapat di SMK Negeri I Singosari pada tanggal 22 Desember 2014 untuk mengisi angket antara tetap menggunakan kurikulum 2013 atau kembali pada kurikulum 2006, tapi putusan itu belum final karena masih direncanakan akan mengumpulkan para kepala sekolah untuk memutuskan hal tersebut” ungkap Saryanto, S. Pd. selaku Kaur. Kurikulum di sela-sela rapat guru (30/12).
Berkenaan  dengan kurikulum 2013 hanya  sekolah yang ditunjuk untuk  terus menggunakan kurikulum 2013. Selain itu jika ada sekolah yang tidak ditunjuk oleh pemerintah untuk menjalankan kurikulum 2013 akan menanggung risiko dalam pengembangan bahkan pembiayaan yang berhubungan dengan buku pelajaran K13 yang menjadi tanggung jawab sekolah itu sendiri untuk membiayainya.
Perubahan kurikulum di SMP Annur Bululawang ini akan berpengaruh pada jadwal pelajaran dan jam mengajar. Hal tersebut disampaikan oleh wakil kepala sekolah di bidang kurikulum pada saat acara rapat guru (30/12). “Kembalinya SMP Annur pada kurikulum 2006 akan memengaruhi perubahan jadwal dan jumlah jam mengajar. Misalnya pelajaran bahasa Indonesia yang awalnya 6 jam pelajaran akan kembali menjadi 5 jam pelajaran” tutur Saryanto, S.Pd
Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa akan ada mata pelajaran yang berubah seperti pelajaran prakarya akan berubah menjadi pelajaran TIK. Perubahan itu dikarenakan bahwa ada beberapa mata pelajaran yang terdapat di kurikulum  2006 yang ditiadakan. Dengan kembalinya SMP Annur menggunakan kurikulum 2006 maka mata pelajaran yang ditiadakan di kurikulum 2013 akan diadakan kembali seperti pelajaran TIK. (SHOHIB)

SMP ANNUR BULULAWANG : MENYANDANG “A”

SMP ANNUR BULULAWANG : MENYANDANG “A”
    Bululawang, An-Nur- Sekolah  Menengah Pertama An-Nur Bululawang telah  melaksanakan  agenda akreditasi  untuk menaikkan status kelembagaannya. Menurut informasi  yang dihimpun SMP An-Nur Bululawang telah menyandang status terakreditasi A meskipun belum ada informasi secara resmi mengenai status tersebut. Nur Kholis selaku kepala sekolah menerangkan bahwa informasi tersebut sudah final. Namun, hasil tersebut masih menunggu validasi  data untuk  menghindari dan mencegah kesalahan.
“Informasi tersebut sudah final, sudah ada informasi status  SMP An-Nur sudah turun, jerih  payah sudah terwujud dan ini sudah menjadi  harapan bertahun-tahun” terang Nur Kholis selaku kepala sekolah. Memang sudah barang tentu jika akreditasi  merupakan sebuah proses dan hasil. Sebagai proses, akreditasi merupakan suatu upaya  untuk menilai dan menentukan  mutu pendidikan lembaga sekolah berdasarkan standar mutu yang telah ditentukan. Sebagai hasil,  akreditasi merupakan status lembaga yang diumumkan pada masyarakat. Akreditasi semacam ini sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan standar yang sudah ditetapkan.
Hasil tersebut tidak terlepas dari usaha semua pihak dalam menyukseskan kegiatan akreditasi utnuk memperoleh hasil yang terbaik. “Keberhasilan ini merupakan  keberhasilan semua  pihak, dukungan dewan guru, pengarahan pengawas, serta kerjasama dan pantauan yayasan” kata Nur Kholis.
Akreditasi  sebagai  acuan penilaian mutu membutuhkan persiapan  yang panjang serta  dokumen yang lengkap. Oleh karena itu, kerjasama semua pihak untuk  menghasilkan kriteria penilaian untuk terakreditasi A  harus benar-benar dimatangkan. Misalnya, melengkapi semua data yang dibutuhkan oleh tim penilai harus disiapkan dengan sebaik-baiknya.
Dengan hasil ini SMP An-Nur  mempunyai  komitmen untuk terus berbenah diri utuk menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas dengan berbasis pada pendidikan pondok pesantren  membentuk generasi penerus yang berkarakter sholihin dan sholihat. Sehingga SMP An-Nur menjadi sekolah  yang berbasis pondok pesantren akan menjadi sebuah harapan dan kepercayaan masyarakat untuk mendidik putra-putrinya menjadi siswa yang  berkarakter sholihin sholihat dan berakhlakul karimah dengan berpedoman pada Ahlussunnah Wal- Jamaah.(SHO HIB)

Peniilaian Kinerja Guru (PKG)

Written By SMP An-Nur Bululawang on Selasa, 09 Desember 2014 | 20.00



Konsep Penilaian Kinerja Guru

Meminjam pemikiran Boyd, Ronald T. C. (1989) dalam tulisannya tentang Improving Teacher Evaluations, di bawah ini akan diuraikan tentang penilaian kinerja guru.Penilaian kinerja guru seringkali didesain untuk melayani dua tujuan, yaitu : (1) untuk mengukur kompetensi guru dan (2) mendukung pengembangan profesional.

Sistem penilaian kinerja guru hendaknya memberikan manfaat sebagai umpan balik untuk memenuhi berbagai kebutuhan di kelas (classroom needs), dan peluang untuk mengembangkan teknik-teknik baru dalam pengajaran, serta mendapatkan saran (konseling) dari kepala sekolah atau guru lainnya untuk membuat berbagai perubahan di dalam kelas.

Untuk mencapai tujuan tersebut, seorang evaluator pertama kali harus dapat menyusun prosedur spesifik dan menetapkan standar. Penetapan standar hendaknya dikaitkan dengan :

    Keterampilan-keterampilan dalam mengajar

    Bersifat seobyektif mungkin

    Komunikasi secara jelas dengan guru sebelum evalusi dilaksanakan dan ditinjau ulang setelah selesai dievaluasi, dan

    Dikaitkan dengan pengembangan profesional guru

Para evaluator hendaknya mempertimbangkan aspek keragaman keterampilan pengajaran yang dimiliki guru. Jika para evaluator menggunakan berbagai sumber informasi tentang kinerja guru, maka mereka dapat memberikan penilaian secara lebih akurat.

Beberapa prosedur yang dapat digunakan oleh evaluator, diantaranya :

    Mengobservasi kegiatan kelas (observe classroom activities). Ini merupakan bentuk umum untuk mengumpulkan data dalam menilai kinerja guru. Tujuan observasi kelas adalah untuk memperoleh gambaran secara representatif tentang kinerja guru di dalam kelas. Kendati demikian, untuk memperoleh tujuan ini, evaluator dalam menentukan hasil penilaian tidak cukup dengan waktu yang relatif sedikit atau hanya satu kelas. Oleh karena itu observasi dapat dilaksanakan secara formal dan direncanakan atau secara informal dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sehingga dapat diperoleh informasi yang bernilai (valuable)

    Meninjau kembali rencana pengajaran dan catatan – catatan dalam kelas. Rencana pengajaran dapat merefleksikan sejauh mana guru dapat memahami tujuan-tujuan pengajaran. Peninjauan catatan-cataan dalam kelas, seperti hasil test dan tugas-tugas merupakan indikator sejauhmana guru dapat mengkaitkan antara perencanaan pengajaran , proses pengajaran dan testing (evaluasi).

    Memperluas jumlah orang-orang yang terlibat dalam evaluasi. Jika tujuan evaluasi untuk meningkatkan pertumbuhan kinerja guru maka kegiatan evaluasi sebaiknya dapat melibatkan berbagai pihak sebagai evaluator, seperti: siswa, rekan sejawat, dan tenaga administrasi. Bahkan self evaluation akan memberikan perspektif tentang kinerjanya. Namun jika untuk kepentingan pengujian kompetensi, pada umumnya yang bertindak sebagai evaluator adalah kepala sekolah atau pengawas.

Guru-guru yang berkeinginan untuk meningkatkan pengajarannya biasanya sangat berhasrat untuk memahami bagaimana pandangan guru lain dan siswa terhadap dirinya. Memang, dalam proses evaluasi pandangan-pandangan mereka yang terlibat dalam keseharian kiranya tidak bisa diabaikan begitu saja.

 Pelaporan Hasil Evaluasi

Konferensi pasca-observasi dapat memberikan umpan balik kepada guru tentang kekuatan dan kelemahannya. Dalam hal ini, beberapa hal yang harus diperhatikan oleh evaluator :

    Penyampaian umpan balik dilakukan secara positif dan bijak.

    Penyampaian gagasan dan mendorong untuk terjadinya perubahan pada guru

    Menjaga derajat formalitas sesuai dengan keperluan untuk mencapai tujuan-tujuan evaluasi (maintain a level of formality necessary to achieve the goals of the evaluation)

    Menjaga keseimbangan antara pujian dan kritik

    Memberikan umpan balik yang bermanfaat secara secukupnya dan tidak berlebihan

 Kaitan Evaluasi Kinerja Guru dengan Pengembangan Profesi

Upaya untuk mengaitkan evaluasi kinerja guru dengan pengembangan profesi memang bukanlah pekerjaan yang gampang, baik untuk kepala sekolah, evaluator dan terutama guru itu sendiri. Walaupun demikian, ada beberapa jawaban yang sederhana bahwa evaluasi kinerja guru dapat digunakan dalam:

    Bekerja sama dengan guru-guru untuk menata secara khusus tujuan yang dapat dicapai.

    Menyajikan kritik membangun dan dukungan memperbaiki kelemahan dan mengembangkan kekuatan.

    Menginventarisasi guru-guru yang berpengalaman untuk diminta bantuannya dalam meningkatkan kinerja guru-guru yang kurang berpengalaman.

 Penilaian Kinerja Guru

Penilaian Kinerja Guru dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 16 tahun 2009 mengisyaratkan bahwa untuk kenaikan pangkat dan golongan guru perlu dilakukan Penilaian Kinerja Guru.

Penilaian Kinerja Guru (PKG) adalah penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya.

Dalam Penilaian Kinerja Guru (PKG), Guru wajib mencatat dan menginventarisasikan seluruh kegiatan yang dilakukan.

Penilaian Kinerja Guru (PKG) terhadap Guru dilakukan minimal satu kali dalam setahun.

Penilaian Kinerja Guru (PKG) untuk kenaikan pangkat Guru yang akan dipertimbangkan untuk naik pangkat dilakukan minimal 2 kali dalam  satu tahun,  yaitu 3 bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil.

Penilaian Kinerja Guru (PKG) menggunakan instrumen yang didasarkan kepada:  14 kompetensi bagi guru kelas dan/atau mata pelajaran; 17 kompetensi bagi guru BK/konselor, dan pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah (Kepsek, Wakasek, dsb.)

Guru Kelas/Mata Pelajaran
   

Guru BK/Konselor

Pedagogi
(7 kompetensi)
   

Pedagogi
(3 kompetensi)

Kepribadian
(3 kompetensi)
   

Kepribadian
(4 kompetensi)

Sosial
(2 kompetensi)
   

Sosial
(3 kompetensi)

Profesional
(2 kompetensi)
   

Profesional
(7 kompetensi)

Selain itu, dalam Permenpan ini mengisyaratkan pula pentingnya kegiatanPengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dilaksanakan dalam upaya mewujudkan guru yang profesional, bermatabat dan sejahtera; sehingga guru dapat berpartisifasi aktif untuk membentuk insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan YME, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian.

Pengembangan Keprofesian Guru mencakup tiga kegiatan: (1) Pengembangan Diri; (2) Publikasi Ilmiah, dan (3) Karya Inovatif.

Tujuan umum Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)  yaitu untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah/madrasah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

Sedangkan tujuan khusus Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)adalah:

    Memfasiltasi guru untuk mencapai standar kompetensi profesi yang telah ditetapkan.
    Memfasilitasi guru untuk terus memutakhirkan kompetensi yang mereka miliki sekarang dengan apa yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya.
    Memotivasi guru-guru untuk tetap memiliki komitmen melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional.
    Mengangkat citra, harkat, martabat profesi guru, rasa hormat dan kebanggaan kepada penyandang profesi guru.

Tahap Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru

1.  Pelaksanaan Evaluasi Diri

Evaluasi Diri dilaksanakan dalam periode 4 - 6 minggu pertama di awal rentang waktu 2 semester, hasil evaluasi diri digunakan guru untuk menyusun program pengembangan keprofesian berkelanjutan yang dilaksanakan sampai dengan menjelang pelaksanaan penilaian kinerja guru yang dilaksanakan dalam kurun waktu 4 – 6 diakhir rentang wktu 2 semester. Setelah guru mengikuti penilaian kinerja , maka hasil penilaian kinerja tersebut bersama-sama dengan hasil evaluasi diri berikutnya dipergunakan untuk menyusun program pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk periode selanjutnya.

Pada saat pelaksanaan evaluasi diri, guru kelas/mata pelajaran harus juga menyusun dokumen pendukung pembelajaran, antara lain: Program Tahunan, Program Semester, Silabus, RPP, Bahan Ajar, Lembar Kerja Siswa, Instrumen Penilaian, Nilai Hasil Belajar, Analisis Penilaian Hasil Belajar, Program Tindak Lanjut (Remidial dan Pengayaan) dan Daftar Nama Peserta Didik.

Dokumen-dokumen tersebut semuanya akan dikumpulkan pada saat pelaksanaan penilaian kinerja guru dalam periode 4 - 6 minggu terakhir di kurun waktu 2 semester setelah kegiatan evaluasi diri dan pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan.

2.  Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru dalam periode 4 - 6 minggu di akhir kurun waktu 2 semester

Penilaian kinerja guru dalam periode 4- 6 minggu di akhir kurun waktu 2 semester terhadap guru kelas/mata pelajarandilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian kinerja guru mata kelas/mata pelajaran yang dilengkapi dengan rubrik penilaiannya dalam pengamatan dan/atau pemantauan dengan tahapan sebagai berikut :

a.  Sebelum Pengamatan dan/atau Pemantauan

1)  Lakukan pertemuan awal antara penilai kinerja guru dengan guru yang akan dinilai. Guru kelas/mata pelajaran harus menyerahkan perangkat pembelajaran antara lain; Program Tahunan, Program Semester, Silabus, RPP, Bahan Ajar, Lembar Kerja Siswa, Instrumen Penilaian,Nilai Hasil Belajar, Analisis Penilaian Hasil Belajar, Program Tindak Lanjut (Remedial dan Pengayaan) dan Daftar Nama Peserta Didik. 

2)  Penilai melakukan penilaian terhadap semua dokumen perangkat pembelajaran. Diskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan tugas pokok guru dengan mengacu pada instrumen penilaian kinerja.

3)  Catat semua hasil diskusi dalam instrumen penilaian kinerja untuk masing-masing indikator kinerja setiap tugas utama guru sebagai bukti penilaian kinerja.

4)  Sepakati jadwal pelaksanaan penilaian kinerja guru, khususnya untuk kegiatan pengamatan dalam penilaian kinerja.

b.  Selama Pengamatan

1)  Pastikan guru yang akan dinilai membawa perangkat pembelajaran (RPP, Daftar Nama Peserta Didik, Daftar Nilai, Buku Pegangan Guru, Media Pembelajaran, dan Instrumen Evaluasi, dsb)

2)  Lakukan pengamatan proses pembelajaran di dalam dan/atau di luar kelas dan catat semua kegiatan yang dilakukan oleh guru.

3)  Gunakan instrumen penilaian kinerja guru pembelajaran untuk menetapkan ketercapaian/keterlaksanaan semua indikator secara valid, reliabel, dan konsisten tentang hasil penilaian kinerja guru mata pelajaran/kelas, pengamatan dimungkinkan dapat dilakukan lebih dari satu kali.

c.   Setelah Pengamatan

Setelah pengamatan dan atau pemantauan pembelajaran/pembimbingan, penilai dapat melakukan, antara lain :

1)  Lakukan pertemuan antara penilai dan guru yang dinilai untuk mengklarifikasi beberapa aspek yang masih diragukan dan menyepakati program tindak lanjut dari hasil pengamatan/pemantauan

2)  Catat semua hasil pertemuan pada instrumen penilaian kinerja guru.

3)  Jika penilai merasa belum cukup bukti untuk menentukan skor/nilai kinerja, maka penilai dapat melakukan pengamatan ulang. Sampaikan kekurangannya kepada guru yang dinilai dan sepakati jadwal pelaksanaan pengamatan ulang.

3.  Tahap Pemberian Nilai

Pada tahap ini penilai menetapkan nilai untuk setiap indikator kinerja setiap dimensi tugas utama guru dengan skala nilai 1, 2, 3, atau 4. Sebelum pemberian nilai tersebut, penilai terlebih dahulu mengidentifikasi melalui pemantauan dan/atau pengamatan apakah setiap indikator kinerja untuk masing-masing dimensi tugas utama guru dapat teramati dan/atau terpantau.

4.  Tahap Persetujuan

Setelah melaksanakan penilaian, penilai wajib memberitahukan kepada guru yang dinilai tentang hasil penilaian kinerja guru yang diperoleh berdasarkan bukti catatan untuk setiap indikator. Jika guru yang dinilai dan penilai telah sepakat dengan hasil penilaian kinerja, maka keduanya menandatangani berkas laporan penilaian kinerja.

Keputusan penilai terbuka untuk diverifikasi. Guru yang dinilai dapat mengajukan keberatan terhadap hasil penilaian tersebut. Keberatan disampaikan kepada Kepala Sekolah dan/atau Dinas Pendidikan, yang selanjutnya akan menunjuk seseorang assesor (misalnya pengawas atau sesorang yang ditugaskan); untuk bertindak sebagai moderator Dalam hal ini moderator dapat mengulang pelaksanaan penilaian kinerja guru untuk dimensi tugas utama tertentu yang tidak disepakati atau mengulang penilaian kinerja secara menyeluruh. Pengajuan usul penilaian ulang harus dicatat dalam laporan akhir. Dalam kasus ini, nilai penilaian kinerja guru dari moderator digunakan sebagai hasil akhir penilaian kinerja guru. Penilaian ulang hanya dapat dilakukan satu kali dan moderator hanya bekerja untuk tahun tersebut.

Khusus bagi guru yang mengajar di 2 (dua) sekolah atau lebih (guru multi sekolah/madrasah), maka penilaian dilakukan di sekolah/madrasah induk (satuan administrasi pangkal). Meskipun demikian, penilai dapat melakukan pengamatan serta mengumpulkan data dan informasi dari sekolah/madrasah lain tempat guru mengajar atau membimbing.

Penilai dan guru yang dinilai melakukan refleksi terhadap hasil penilaian kinerja guru, sebagai upaya untuk perbaikan kualitas kinerja pada periode berikutnya.

5.  Tahap Pelaporan

Setelah nilai penilaian kinerja guru diperoleh, Kepala sekolah/madrasah wajib melaporkan hasil penilaian kinerja guru kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Tim Penilai Angka Kredit kabupaten/kota, provinsi, atau pusat sebagai dasar penetapan angka kredit (PAK) tahunan yang selanjutnya dipertimbangkan untuk kenaikan pangkat dan jabatan fungsional guru. Laporan berbentuk hasil penilaian masing-masing indikator kinerja dalam paket instrumen penilaian kinerja guru yang telah dilengkapi dengan hasil kajian berbagai dokumen perencanaan dan dokumen pendukung lain yang relevan dan catatan hasil pengamatan.

Bekal yang Pasti

Written By SMP An-Nur Bululawang on Senin, 01 Desember 2014 | 22.12

KESISWAAN : Bekal yang Pasti
KESISWAAN- Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dan diklat yang dilaksanakan oleh pihak kesiswaan bertujuan untuk membekali peserta didik untuk mempunyai kemampuan dalam bidang keorganisasian. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 12-30 November 2014. Kegiatan ini diikuti oleh semua organisasi yang berada dalam naungan kesiswaan baik OSIS, MPK, maupun badan semi otonom (BSO) yang ada di lembaga Sekolah Menengah  Pertama An-Nur Bululawang. Adapun pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai berikut:
No    Nama  Organisasi    Tanggal pelaksanaan
1    OSIS dan MPK    12 November 2014
2    Diklat PASKIBRA    15 November 2014
3    Diklat Jurnalistik    18 November 2014
4    Diklatsar PMR IV dan Pramuka    20 November 2014
5    Diklat AL-Banjari    24 November 2014
6    Diklat Paduan Suara    25 November 2014

    Kegiatan ini memberi dampak yang positif bagi peserta didik yang mengikuti organisasi. Mereka (pengurus organisasi.red) dapat menimba ilmu keorganisasian  yang dapat dijadikan bekal dalam mengarungi organisasi dalam periode satu tahun ke depan dalam masa jabatannya.
    Ditemui di  kantornya Shoim As’ari selaku kurikulum mengatakan  bahwa kegiatan LDK dan diklat merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan dalam  setiap periode kepengurusan organisasi yang baru yang ditujukan untuk membekali para pengurus agar siap dalam menjalankan  semua tugas yang menjadi tanggung jawabnya. (Shohib)

HAVING FUN

Written By SMP An-Nur Bululawang on Sabtu, 29 November 2014 | 06.40


KESISWAAN- Pelaksanaan UJian Akhir Semester (UAS) dilaksanakan pada tanggal 1-8 Desember 2014, tetapi perencanaan  lomba antarkelas sudah dibahas oleh kesiswaan untuk mematangkan program setelah ujian tersebut.  “Having Fun”, itulah kata yang muncul untuk menggambarkan kegiatan class meeting (pertemuan antarkelas) yang akan diselenggerakkan oleh pihak kesiswaan yang bekerja sama dengan OSIS. Meskipun ujian akhir semester belum dilaksanakan pihak kesiswaan ingin menyongsong momentum dengan merencanakan kegiatan class meeting (pertemuan antarkelas) yang menyenangkan bagi siswa setelah melaksanakan kegiatan ujian akhir semester. Sudah barang  tentu kegiatan ini akan  menjadi pelipur kepenatan siswa dalam menjalani kegiatan belajar mengajar selama satu semester.

No Kegiatan                                                            Waktu pelaksanaan

1   Opening ceremony & Lomba /blok            9-10 Desember 2014

2   PERMAINAN TRADISIONAL                        11-14 Desember 2014

3   Lomba Atletik                                                    15-17 Desember 2014

Kegiatan ini diharapkan mampu mendongkrak lagi semangat para siswa untuk belajar dengan sportif dan jujur. Sehingga selain bermain para  siswa mampu  mengambil pelajaran berarti dalam setiap permainan yang ada dalam kegiatan class meeting tersebut.

PEMILU RAYA PEMILIHAN OSIS 2014/2015

Written By SMP An-Nur Bululawang on Minggu, 28 September 2014 | 23.42

Pesta Demokrasi : Wujud Penerapan Kurikulum 2013

Pemilu presiden telah usai, setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan pasangan Jokowi-JK sebagai pemenang atas gugatan pasangan Prabowo-Hatta dalam senggketa pilpres 2014 bulan yang lalu. Demokrasi semakin menampakan esensinya di Negara kita. Hal ini terlihat dalam pesta demokrasi yang digelar OSIS SMP An-Nur Bululawang Malang hari Rabu/10/102014 yang diikuti 2700 siswa. Pemilu kali ini ada 2 pasangan calon putra dengan nomor urut 1 pasangan M. Fajar I-Arya W, 2. Pasangan Nanda-Ferdi,  sementara calon putri diikuti 3 pasangan dengan nomor urut 1. Fida-Salsa, 2. Wanda-Rismania, 3. Erika-Miftah.
Belajar demokrasi di tengah era globalisasi ini perlu dilakukan sejak dini terutama para pelajar sebagai generasi penerus bangsa, hal ini diungkapkan M. Wildan, S.Pd selaku staf kesiswaan saat mendampingi di TPS 3. “Panitia telah menyediakan 4 TPS, dimana masing-masing TPS digunakan untuk kelasVII, VIII dan IX dengan didampingi panitia dan staf kesiswaan”, ‘jelas Wildan sapaan akrab. Mereka (pemilih.red) sangat antusias untuk turut menentukan nasib sekolah terutama kegiatan kesiswaan, imbuhnya.
“Perlu disadari bahwa belajar demokrasi menjadi penting dikalangan pelajar guna menyiapkan generasi yang beradab dan bertanggungjawab. Oleh karena itu, kegiatan semacam ini sangat berarti untuk menjaga sekaligus melestarikan nilai-nilai demokrasi dewasa ini khususnya generasi bangsa”, Jelas Shoim As’ari, S.Pd. “Ajang pesta demokrasi ini juga merupakan bentuk semangat penerapan kurikulum 2013, di mana siswa dapat secara langsung menerapkan hasil belajarnya secara kontekstual sebagai wujud implementasi kurikulum itu sendiri”, imbuh Kaur. Kesiswaan saat ditemui dilokasi perhitungan suara.
Perhitungan suara dilakukan di masing-masing TPS yang melibatkan saksi dari masing-masing calon. Setelah itu, kemudian dilakukan rekapitulasi suara di depan sekretariat bersama (sekber) guna menentukan calon terpilih untuk periode yang akan datang. Dari hasil rekapitulasi suara, pasangan nomor urut 1 memperoleh 860 suara, pasangan nomor urut 2 memperoleh 341 suara. Hal ini mengantarkan pasangan nomor 1 sebagai calon terpilih. “saya cukup bangga, pesta demokrasi ini berjalan baik dan bersaing secara sehat, alhmadulilah tidak disangka akhirnya saya terpilih, ‘ungkap Arya pasangan nomor urut 1. Ia berharap OSIS ke depan harus lebih maju, kreatif dan kompak untuk menyongsong masa depan yang lebih baik, harapnya.
Secara terpisah, pemilu OSIS putri juga digelar pada hari yang sama, hanya waktu yang beda. Untuk kali ini, pemilihan berlangsung dari pukul 12.30 WIB hingga 15.00 WIB. Sama dengan halnya pemilu siswa putra, mereka sangat antusias untuk menggunakan hak pilihnya bahkan antrian di masing-masing TPS membludak hingga berbentuk barisan yang sangat panjang, jelas Agus Susilo saat ditemui di TPS 4. Suasana semakin sore tak sedikit pun mematahkan semangat untuk memilih. Menurut Hadikul Ikhwan, S.Pd.I selaku Wakil Kepala sekolah menuturkan, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat terutama untuk meningkatkan kreatifitas, melatih kepemimpinan hingga mampu menjadi insan yang bermanfaat di masyarakat nanti. “Kepemimpinan tidak harus di isi laki-laki, perempuan pun juga bisa menjadi pemimpin di abad 21 ini selama untuk kemaslahatan ummat”, tegas Hadikul sapaan akrabnya.
Dari hasil pemantauan rekapitulasi suara diperoleh pasangan nomor urut 1 sebanyak 121, pasangan nomor urut 2 sebanyak 27, dan pasangan nomor urut 3 sebanyak 825 suara. Maka, suara terbanyak diraih pasangan nomor urut 3. Erika, yang merupakan pasangan nomor urut 3 menuturkan, dirinya tidak menyangka kalau bisa meraih suara terbanyak, mengingat masih ada yang lebih baik darinya. Kedepan ia akan merealisasikan visi misinya dengan menyiapkan anggota yang aktif, berbakat, cerdas dan berpikir positif kedepannya demi kejayaan sekolah kita, harapnya saat ditemui usai perhitungan suara.
Disamping itu, Erika menambahkan, bahwa kegiatan ekstrakurikuler seperti PMR, Paskibra, Jurnalistik, Pramuka, Albanjari dan Studi Club selain mewarnai perkembangan kemajuan sekolah, kegiatan ini harus dikembangkan menjadi wahana kreativitas siswa untuk terus berkarya dan maju.
Sebagai informasi bahwa SMP An-Nur Bululawang Malang yang dibawah naungan Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren (YP3) An-Nur ini memiliki 65 rombel, dimana untuk putra masuk pagi, sementara putri masuk siang. Disamping itu, berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler pun terus mewarnai perkembangan kemajuan sekolah seperti PMR, Paskibra, Pramuka, Jurnalistik, Albanjari, Karya Ilmiah Remaja (KIR) dan Studi Club. (dont_86)
 
Support : falaptop.com
Copyright © 2009. SMP AN-NUR - All Rights Reserved